oleh

Dua Warga Thalasemia Diboyong ke Rumah Sakit

Kanal:Palembang|16 dilihat

REPORTASE – Pucat pasi dan berjalan lunglai, dua bocah dalam satu Kepala Keluarga (KK), Kamis (11/2/2021), pagi, akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dari dalam rumah panggung berukuran 3x 4 di Jalan Mayor Zeen Lorong Pertama Rt 01 Kelurahan Sungai Lais Kecamatan Kalidoni Palembang.

Masih mengenakan baju tidur, dua kakak beradik, Keyla Aliyah dan Keysa Aprilia buah hati pasangan suami istri Hasim Saputra dan Sari Oktavia langsung beranjak ke dalam mobil Ambulance Puskesmas Kalidoni untuk langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mendapat pengobatan Thalassemia yang diderita sejak kecil.

Akibatnya dua bocah yang mendapat penyakit kelaian darah keturunan dari orang tuanya ini mengalami kelainan sejak umur 2 tahun yang lalu, saat ini kondisnya. keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas. Akibatnya, aktivitas penderita thalasemia akan terganggu.

Baca :   Seluruh Kepala OPD Jalani Vaksinasi Tahap Kedua

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama thalasemia yang berat (mayor), karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang langsung mendatangi dua warganya ini, sebelumnya sempat didatangi langsung suami istri dan kedua anaknya diruang kerjanya dilantai II gedung Kantor Ledeng Palembang. “Sebelumnya orang tua anak ini mendatangi keruang kerja saya, menceritakan penyakit yang diderita anaknya ini,” kata Fitri.

Mereka yang langsung menceritakan kondisi kesehatan anaknya yang terus berangsur turun, lantaran tidak bisa berobat gratis mengunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi kendala untuk mendapatkan perawat yang intensif penyakit yang diderita anak tersebut.

Baca :   Pemkot Terus Dukung Pengusaha Kecil

“KIS nya tidak berpungsi, ternyata ada perubahan data dari kementerian, dan sekarang sudah bisa kembali digunakan berkat koordinasi Dinkes Capil dan pihak BPJS, dan dua anak itu sudah bisa dirawat di RS tanpa biaya sedikitpun,” kata Fitri.

Seharusnya kata Fitri, mereka hanya cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk9KTP) saja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik dari Puskesmas hingga RUmah Sakit Umum daerah (RSUD) Bari milik Pemkot Palembang.

“Kalau untuk berobat bisa menunjukan KTP saja kalau belum memiliki KIS,asal domisli Palembang,nah, Keyla dan Kesha ini harus dibawah ke RSMH karena pihak RSMH sudah memiliki rekam medisnya,” kata Fitri lagi.

Baca :   Herman Deru Tak Batasi Aktivitas Masyarakat, Asal Disiplin Prokes

Fitri, yang kerap turun langsung ke lapangan menindak langsung laporan warga jika ada warga yang tidak mampu berobat ini, merasa puas, warga yang sempat ditanganinya untuk mendapat rujukan kesehatan di RSUD sudah berjalan dengan baik.

“Saya sudah mendapat laporan dai pihak RS ataupun puskesmas, warga yang sudah mendapat perawatan kesehatan sudah bise kembali kerumah, hanya saja ada juga yang kita rujuk namun kesehatannya tidak tuntas,” tegasnya.

Fitri yang aktif, turun langsung menindaklanjuti warganya yang sakit ini, mengeaskan warga juga harus aktif jika adanya pelayanan yang kurang baik dari pihak RS dan jika ada penolakan pihak RS. “Laporkan kepada saya akan saya tindaklanjuti langsung,” tegasnya. (ril)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net

News Feed