oleh

Dua Kali Ditembak, Bandar Narkoba Ini Masih Tetap Serang Polisi Tembakan Ketiga Baru Tewas

Kanal:Hukum & Kiminal, Palembang, Peristiwa|275 dilihat

REPORTASE – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan harus memberikan tiga kali tembakan kepada Haryanto (30) hingga tewas ditempat lantaran berusaha menyerang polisi ketika akan dilakukan penangkapan.

Haryanto ditangkap petugas ketika berada di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Sumatera Selatan, Kamis (6/9/2018).

Namun, tersangka yang diketahui adalah bandar besar di Kabupaten itu mengetahui kedatangan polisi, Haryanto langsung menyerang petugas.

Tembakan pertama diberikan kearah kaki tersangka. Akan tetapi tak membuat nyali bandar narkoba itu ciut. Ia kembali mencoba merebut senjata petugas hingga tembakan kedua melesat dipunggungnya.

Kondisi tersangka yang sudah mendapatkan dua kali tembakan, membuat Haryanto mencoba kabur. Takut akan kehilangan jejak, polisi kembali melesatkan tembakan ketiga hingga mengenai dada tersangka.

Rekan tersangka inisial RZ berhasil melarikan diri dalam penggerbekan, sementara Didik (26) dilumpuhkan dengan satu tembakan dikaki.

“ Satu tersangka inisial RZ berhasil kabur dalam penggerbekan. Sementara Haryanto tewas karena melawan dan mencoba menyerang petugas. Untuk Didik sudah diamankan dan sekarang diperiksa, ” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat gelar perkara di rumah sakit Bhayangkara Palembang.

Zulkarnain menerangkan, dari tersangka petugas mendapatkan barang bukti sebanyak dua kilogram sabu siap edar. Sedangkan tiga kilogram sabu telah berhasil diedarkan di Palembang.

“ Seluruh barang ini dari Aceh. Tiga kilo sudah diedarkan di Palembang, kita dapatkan barang bukti dua kilo sabu,” ujarnya.

Sedangkan dari pengakuan Didik yang merupakan kaki tangan Haryanto, dalam satu kali kirim setidaknya tersangka mendapatkan sebanyak 5 kilogram sabu dari Aceh.

Sabu tersebut akan kembali dipecah untuk dijual kepada para bandar yang ada di Sumsel.

“ Saya bertugas menjaga rumah Haryanto. Setahu saya tiga kilo sdah dijual. Hanya sisa dua kilo,” aku Didik.

Bisnis jual beli sabu pun diakui Didik sudah dijalankan Haryanto sejak tiga tahun terakhir. Tak hanya Sumsel, Provinsi tetangga seperti Jambi juga di suplai oleh komplotan ini.

“ Biasanya dua bulan kami jual 5 kilogram. Jambi juga kami yang suplay,” ungkapnya.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed