oleh

Atur Lalulintas, Walikota Palembang Rapat dengan Polresta

Kanal:Palembang|96 dilihat
Walikota Palembang

REPORTASE-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan membentuk tim kecil dalam mengatasi persoalan kecelakaanyang diakibatkan kendaraan barang bemuatan besar. Hal itu terungkap dalam rapat Pemkot Palembang bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palembang dan pengusaha jasa angkut barang.

Walikota Palembang H Harnojoyo menyampaikan, rapat yang diselenggarakan hari ini merupakan langkah Pemkot Palembang dalam meminimalisir angka kecelakaan yang diakibatkan angkutan truk dan barang yang baru-baru ini marak terjadi di Kota Palembang.
“Hari ini kita merapatkan terkait Perwali Nomor 59 Tahun 2011 tentang rute jaringan angkutan kendaraan muatan, khususnya angkutan truk dan barang di Kota Palembang. Dan Alhamdulillah semua pihak terkait bisa hadir pada hari ini,” ungkap Harnojoyo, Jumat (28/9).
Harno menerangkan, melalui rapat bersama hari ini, ke depan akan dibentuk tim kecil untuk membahas penyempurnaan Peraturan Walikota (Perwali), termasuk perubahan jam operasional angkutan truk dan barang yang bermuatan besar. Tim kecil ini nanti akan lebih membahas terkait operasional angkutan dan barang.
“Pemkot akan lebih condong untuk mengatur jam 6 pagi waktu siang, sampai jam 6 malam habis Maghrib, tidak ada kendaraan kontainer yang melintas. Jadi kendaraan kontainer yang selama ini melewati jalur dalam kota seperti Jalan Demang Lebar Daun, Basuki Rahmat, akan kita alihkan pada malam hari. Artinya mereka boleh melintas dari jam 9 malam sampai jam 5 subuh,” terangnya.
Meski ada beberapa pihak yang mungkin tidak sependapat saat rapat itu, akan dibahas pada diskusi-diskusi bersama tim kecil yang akan dibentuk. Karena bagi orang nomor satu di Kota Palembang ini, keselamatan masyarakat adalah yang paling penting dan ini akan segera dibentuk dalam Perwali.
“Usaha ini untuk menjaga keselamatan, percuma kita usaha jika tidak dapat dinikmati,” tegasnya.
Kedepan, Harno memastikan apa yang akan tertuang dalam Perwali harus dilaksanakan. Dimana, akan ada sanksi bagi kendaraan yang berani melintas pada jam-jam yang dilarang.
“Perwali ini akan kita segera sahkan dan paling lambat 2019 awal sudah dapat dilaksanakan. Dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polrestabes Kota Palembang terkait penerapan sanksi yang akan tertuang dalam Perwali,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satlantas Polrestabes Palembang, Kompol Andi Baso Rahman mengatakan, jumlah angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) akibat angkutan barang yang melibatkan truk ada 25 orang, tronton ada 12 orang, truk tangki 4 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia ada 21 orang, luka beratnya ada 14 orang dan luka ringan 11 orang. Angka tersebut mulai dari Januari sampai September 2018.

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed