oleh

Akhmad Najib Umumkan 6 Komunitas yang Aktif dalam Setiap Kegiatan Lingkungan

Kanal:Palembang|61 dilihat
Komunitas Sungai dan Banjir yang Mewakili Palembang

REPORTASE- Sejak tahun 2014, Komunitas Masyarakat Peduli Sungai dan Banjir di Palembang terus bertambah. Dimana, saat ini sudah ada 18 Komunitas yang telah terbentuk dan menjadi wadah sosialisasi yang aktif dalam menjaga lingkungan.

Untuk memberikan semangat dan dorongan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengadakan kompetisi, bagi 18 komunitas peduli sungai dan banjir Kota Palembang.

Dimana, hari ini Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang, Akhmad Najib mengumumkan langsung enam komunitas yang aktif dalam setiap kegiatan lingkungan.

“Hari ini menjadi bukti aktifnya komunitas masyarakat peduli sungai dan banjir di Kota Palembang yang menjadi binaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR),” jelasnya.

Najib mengungkapkan, apa yang dibentuk Pemkot Palembang melalui Dinas PU-PR ini, menjadi langkah positif dalam menumbuhkembangkan peran dari masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca :   Berita Foto : Kericuhan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU KPK

“Selain melaksanakan program gotong royong, komunitas masyarakat peduli sungai dan banjir adalah bagian pentimg dalam mensukseskan program yang digalakkan sejak 2014 lalu tersebut. Untuk itu, saya berharap ini akan menjadi langkah penting dalam menciptakan Palembang bebas dari sampah,” imbuhnya.

Najib menyampaikan, pembangunan sebuah kota membutuhkan sikap masyarakat yang bertanggung jawab. Dimana, aktif dalam menjaga apa yang dilaksanakan pemerintah.

Karena sebelumnya yang kita ketahui, persoalan sungai di Palembang terjadi karena ada banyak sampah, yang membuat titik genangan air bertambah.

“Jika semua masyarakat membuang sampah sembarangan, maka sungai kita akan kembali bersih dan banjir tidak akan terjadi,” ungkapnya usai menutup kegiatan kompetisi komunitas peduli sungai dan banjir (KPSB) di Hotel S-One Palembang, Kamis (29/3).

Baca :   Mahasiswa di Palembang Ricuh di Pukul Mundur Polisi

Dalam kesempatan itu, Najib berharap pemenang kompetisi yang akan mewakili Palembang dalam tingkat nasional, dapar menjadi juara pertama.

“Saya titip angka 1 untuk seluruh komunitas masyarakat peduli sungai dan banjir. Jika selama ini kita berada di peringkat 8 nasional, tahun ini kita bisa juara 1,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR Kota Palembang, Ahmad Bastari menyampaikan, hari ini adalah final dari kompetisi komunitas masyarakat peduli sungai dan banjir kota Palembang.

Dimana, kegiatan ini menjadi pemacu bagi seluruh masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan. “Dari 18 pemenang, pihaknya telah mendapatkan 6 besar pemenang. Dimana, untuk tiga besar pemenang akan mendapat mesin pencacah dan pemenang pertama akan mewakili kota Palembang pada tingkat Provinsi dan Nasional,” jelasnya.

Sejauh ini, terang Bastari, komunitas masyarakat peduli banjir Kota Palembang terus memberikan prestasi dan dampak positif bagi kebersihan Palembang.

Baca :   Harnojoyo Launching Lawang Borotan Yang Jadi Destinasi Wisata Baru Wong Palembang

Dimana, pada tahun 2017 ditingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), komunitas peduli banjir Kota Palembang mewakili Sumsel untuk tingkat nasional dan masuk peringkat 8 besar.

“Kita berharap tahun ini dengan suport penuh dari Walikota, Komunitas Peduli Sungai dan Banjir Kota Palembang dapat menjadi pemenang pada kompetisi tingkat nasional yang diadakan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera),” ulasnya.

Adapun dari berbagai penilaian, Komunitas masyarakat Peduli Sungai dan Banjir Sapta Marga kembali menjadi pemenang pada tahun 2017.

Inilah nama pemenang

1. KPSB Sapta Marga
2. KPSB Tanjung Sari 2
3. KPSB Tanjung Rawo

Juara Harapan

1. KPSB Bukit Baru
2. KPSB Lambidaro RT 56
3. KPSB Hulu Balang

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Komentar

News Feed