oleh

Jokowi Targetkan Pembagian Tanah 25 ribu Bidang di Sumsel

Kanal:Daerah|138 dilihat

REPORTASE – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dalam rencana kerja Reforma Agraria mentargetkan redistribusi tanah (pembagian tanah yang dikuasai oleh negara) sebanyak 25.000 bidang di Sumatera Selatan pada tahun 2019. Capaian kerja Reforma Agraria sampai dengan tahun 2018 lalu, telah membagikan tanah sebanyak 1.744 bidang atau 1.851 ha kepada masyarakat Sumsel yang berhak.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan mengatakan, Reforma Agraria dapat menjadi solusi dari permasalahan kemiskinan, konflik dan ketimpangan penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah, serta kerusakan sumber daya alam.

“Masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris, yang memiliki ketergantungan dengan tanah dan sumber daya hutan disekitarnya. Sedangkan ketimpangan penguasaan, pemilikan dan pemanfaatan sumber daya alam terjadi. Kebutuhan masyarakat akan lahan tidak terhindarkan dan konflik pun terjadi. Karena itu program Reforma Agraria dan juga Perhutanan Sosial menjadi solusi penting terhadap berbagai permasalah tersebut,” jelas Abetnego.

Baca :   Mahasiswa di Palembang Ricuh di Pukul Mundur Polisi

Abetnego menambahkan, percepatan Reforma Agraria pada tahun 2019 dilakukan dengan menyederhanakan tahapan pelaksanaan, meningkakan pengetahuan masyarakat tentang Reforma Agraria, dan serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Terkait dengan capaian dan target redistribusi tanah, anggota dekralator Poros Hijau Indonesia (PHI) Sumsel, Riza Tony Siahaan mengatakan, target redistribusi tanah tahun 2018 adalah 352.906 bidang yang tersebar di 31 provinsi. Adapun yang terealisasi fisik sebanyak 283.240 bidang atau 80,26 persen. Khusus di Sumatera Selatan ditargetkan pada tahun 2018 sebanyak 10.000 bidang baru terealisasi 1.744 bidang atau 17,44 persen.

“Sedangkan target redistribusi tanah tahun 2019, adalah 750.000 bidang di 31 provinsi, sedangkan untuk Sumatera Selatan adalah 25.000 bidang tanah,” tambah Tony mengutip data Kementrian ATR/BPN.

Baca :   Terkait Pelantikan Jokowi-Ma'aruf sore hari, KPU Sebut Tetap Sah

PHI Sumsel berkomitmen mendukung dan mengawal pelaksanaan Reforma Agraria di Sumsel. “Pak Presiden Jokowi telah menunjukkan komitmennya dengan menerbitkan Perpres tentang Reforma Agraria akhir tahun lalu. Tentu saja PHI Sumsel lewat koordinator nya Chandra anugrah berkomitmen mendukung dan mengawal suksesnya Reforma Agraria” katanya.

Dalam Peraturan Presiden 28/2018 dijelaskan tentang sumber tanah berasal dari pelepasan kawasan hutan, tanah terlantar, HGU yang telah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang/diperbaharui, atau HGU yang diserahkan secara sukarela oleh pemegang hak, dan tanah negara lainnya.

Objek redistribusi tanah dalam program Reforma Agraria yang sebelumnya hanya bidang pertanian, namuan setelah terbit perpres 28/2018 meluas menjadi pertanian dan non pertanian.

Baca :   Harnojoyo Launching Lawang Borotan Yang Jadi Destinasi Wisata Baru Wong Palembang

Redistribusi tanah harus di sambut oleh masyarakat dengan riang gembira, tambah Tony, karena subjeknya perorangan adalah petani, petani penggarap, buruh tani, nelayan tradisonal, petambak, pekerja harian lepas dan buruh yang tidak memiliki tanah. Termasuk ASN dan TNI/Polri dengan golongan tertentu yang belum memiliki tanah serta masyarakat lainnya yang berhak. Serta kelompok masyarakat dan badan usaha yang memenuhi syarat seperti koperasi dan BUMDes.

Pemerintah Sumatera Selatan menyambut baik terbitnya Perpres 28/2018 tentang Reforma Agraria. Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru telah berkomitmen untuk mempercepat pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Sumsel, sebagai bentuk komitmen percepatan pelaksanaan Reforma Agraria di Sumsel.(ril)

Penulis : | Editor : A. Fajar | Sumber : Reportase.net
Hashtags :
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

News Feed