Medan– Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut mengungkapkan puisi judul berjudul “Bahagia Di Balik Duka” karya Riamauly Grace Theovany Nababan
Aku pernah berjalan
dengan langkah yang patah,
menyusuri hari-hari
yang kehilangan arah.
Langit tampak lebih kelabu,
matahari enggan menyapa,
dan hatiku belajar diam
meski ingin sekali bertanya: mengapa?
Duka datang tanpa permisi,
duduk di sudut hati paling sunyi,
mengajarkanku arti kehilangan,
mengajarkanku arti berdiri sendiri.
Namun, perlahan aku mengerti—
tak semua luka ingin selamanya tinggal,
sebab di balik air mata yang jatuh,
ada bahagia yang sedang belajar tumbuh.
Ia hadir sederhana,
dalam tawa kecil yang kembali ada,
dalam napas yang masih setia,
dalam harapan yang tak menyerah.
Kini aku tahu,
duka bukan akhir dari cerita,
ia hanya jalan sunyi
menuju bahagia yang lebih bermakna.
Sebab tanpa pernah jatuh,
aku takkan tahu rasanya bangkit,
dan tanpa pernah terluka,
aku takkan tahu betapa indahnya pulih
Lewat Puisi yang ia ciptakan, ia ingin menyampaikan pesan seberapa hebat tentang luka akan selalu ada pelangi di ujung ceritanya.

















